MAKASSAR,GITAMEDIA.COM– Ada pemandangan menarik di jalanan Kota Makassar belakangan ini. Bukan soal tilang-menilang yang menegangkan, melainkan aksi persuasif bin unik dari Bripka Jumahir, akrab disapa Bripka Mahir, personel Satlantas Polrestabes Makassar.
Dalam sebuah video yang viral, Bripka Mahir terlihat berdiri di titik rawan pelanggaran lawan arus. Dengan gerakan tangan layaknya pesulap atau dirigen, ia menghitung mundur: “Satu… dua… tiga… hilang!”
Kalimat itu bukan mantra ajaib, melainkan aba-aba ramah agar para pengendara yang nekat melawan arus segera memutar balik kendaraannya. Tanpa nada membentak, ia mengajak masyarakat untuk “kembali ke jalan yang benar” demi keselamatan bersama.
“Tujuannya bukan untuk menghukum, tapi menyadarkan. Kalau lawan arus, risiko kecelakaannya tinggi sekali. Lebih baik kita putar balik sekarang daripada menyesal nanti,” ujar Bripka Mahir dengan senyum khasnya.
Aksi ini menuai banyak pujian dari warganet. Banyak yang menilai cara edukasi seperti ini jauh lebih efektif dan membekas di hati pengendara daripada sekadar teguran keras. Kesabaran Bripka Mahir membuktikan bahwa tertib lalu lintas bisa dimulai dengan pendekatan yang humanis dan sedikit humor.
Ingat, jangan sampai kena hitungan “tiga” ya! Mari tertib berlalu lintas agar selamat sampai tujuan.
Upaya penegakan hukum lalu lintas tidak selamanya identik dengan sanksi tilang di tempat. Di Kota Makassar, seorang personel Satlantas Polrestabes Makassar, Brigadir Kepala (Bripka) Jumahir—atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bripka Mahir—menjadi sorotan publik berkat metode edukasinya yang unik dan persuasif terhadap para pelanggar lalu lintas.
Bripka Mahir, pria kelahiran Jeneponto yang bertugas di Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar, mendadak viral di media sosial setelah video aksinya beredar luas.
Dalam menjalankan tugasnya, ia kerap mencegat pengendara yang nekat melawan arus dengan slogan khas: “Satu, dua, tiga… hilang! Putar balik, kembali ke jalan yang benar”.
Aksi ini intens dilakukan di sejumlah titik rawan pelanggaran, terutama di Jalan Ir. Sutami (samping tol Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea), Jalan Perintis Kemerdekaan, serta Jalan Sungai Saddang.
Lokasi-lokasi tersebut sering dikeluhkan masyarakat karena banyaknya pengendara yang melawan arus sehingga memicu kemacetan dan risiko kecelakaan.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memberikan atensi khusus terhadap laporan masyarakat tersebut dengan menginstruksikan patroli rutin untuk menghalau pelanggaran secara preventif.
Alih-alih langsung memberikan tindakan tilang, Bripka Mahir lebih mengedepankan teguran lisan dengan pendekatan yang sabar dan sedikit humor untuk menggugah kesadaran pengendara.
Metode persuasif ini terbukti mendapat respons positif dari warganet dan masyarakat setempat. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan cara uniknya dalam menjaga wibawa kepolisian serta keselamatan publik, Bripka Mahir telah dianugerahi piagam penghargaan dan satu unit sepeda motor dinas baru dari Kapolrestabes Makassar.
Melalui aksi ini, diharapkan masyarakat Makassar semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas bukan karena takut pada petugas, melainkan demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (sg)











