JAKARTA,GITAMEDIA.COM– Ketua Umum Badan Komando Pusat Tenaga Penggerak Ketahanan Desa (TPKD), Andi Junianto Barus, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan strategisnya dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
Di tengah badai geopolitik dan gelombang pasang konflik global, Pemerintah dinilai berhasil menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.
Andi Junianto Barus menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo yang menetapkan tambahan subsidi energi sebesar Rp100 Triliun adalah bukti nyata keberpihakan negara.
Kebijakan untuk memastikan BBM subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan harga dianggap sebagai “bantalan” utama bagi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kami sangat mengapresiasi ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menjadikan rakyat sebagai korban dari dinamika geopolitik dunia. Dengan menjaga harga BBM tetap stabil, pemerintah secara langsung mengamankan rantai pasok pangan di pedesaan,” ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Senin (06/04/2026).
Menurut Andi, kebijakan ini berdampak langsung pada ketahanan pangan desa. Tanpa kenaikan BBM, biaya produksi pertanian, distribusi hasil panen, hingga operasional alat mesin pertanian (alsintan) tetap terkendali.
Hal ini memastikan petani tetap produktif dan harga pangan di pasar tidak melonjak akibat inflasi logistik.
Selain itu, TPKD juga menyambut baik komitmen Presiden untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.
Integrasi antara subsidi energi dan program MBG dinilai akan menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang kuat di desa-desa, sekaligus meningkatkan kualitas SDM sejak dini.
“Terima kasih Presiden Prabowo Subianto karena telah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketahanan pangan kita tidak goyah. Kebijakan ini memastikan bahwa desa benar-benar menjadi benteng pertahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dunia,” pungkas Andi Junianto Barus.
Badan Komando Pusat Tenaga Penggerak Ketahanan Desa (TPKD) adalah organisasi yang berfokus pada penguatan kemandirian desa melalui pemberdayaan masyarakat, pengawalan program strategis nasional di bidang ketahanan pangan, dan pengembangan potensi ekonomi perdesaan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
(system)











