(Jakarta, 5 Maret 2025) – Sebanyak 17 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta masih terendam banjir hingga Rabu malam (5/3/2025) pukul 19.00 WIB. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa wilayah terdampak paling banyak berada di Jakarta Selatan, dengan total 10 RT yang masih tergenang.
“Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 90 sentimeter,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan. Ia menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh luapan beberapa sungai, seperti Kali Ciliwung, Kali Angke, dan Kali Pesanggrahan.
Wilayah Terdampak Banjir
Berikut data wilayah yang masih terendam:
– Jakarta Barat (3 RT)
– Kelurahan Rawa Buaya (2 RT) – ketinggian air 90 cm
– Kelurahan Kembangan Utara (1 RT) – ketinggian air 70 cm
– Jakarta Selatan (10 RT)
– Kelurahan Pengadegan (4 RT) – ketinggian air 80 cm
– Kelurahan Bintaro (6 RT) – ketinggian air 30–50 cm
– Jakarta Timur (4 RT)
– Kelurahan Kampung Melayu (4 RT) – ketinggian air 60 cm
Pengungsi dan Lokasi Evakuasi
Akibat banjir ini, ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah. Berikut data pengungsi berdasarkan wilayah:
– Jakarta Timur:
– SDN Kampung Melayu (63 KK / 186 jiwa)
– Masjid Ittihadul Ikhwan RW 08 Kampung Melayu (31 KK / 109 jiwa)
– Aula Kelurahan Kampung Melayu (16 KK / 32 jiwa)
– SMPN 26 Jakarta (6 KK / 19 jiwa)
– Jakarta Barat:
– Mushola Nurul Muslimin (7 KK / 15 jiwa)
– Sekretariat RT 12/04 Kelurahan Rawa Buaya (6 KK / 15 jiwa)
– Jakarta Selatan:
– Rusunawa Pengadegan (200 jiwa)
– GOR Pengadegan (500 jiwa)
– Kantor Kecamatan Pengadegan (80 jiwa)
– Yayasan Lia (50 jiwa)
– Town House Pengadegan (15 jiwa)
– SD 03 Pengadegan (30 jiwa)
– Masjid Al Umariyah Kelurahan Bintaro (100 jiwa)
Upaya Penanganan
BPBD DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, termasuk makanan siap saji, air mineral, selimut, pakaian anak-anak, mukena, family kit, matras, serta alat kebersihan seperti alat pel dan disinfektan.
“BPBD terus memantau kondisi banjir di berbagai wilayah dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyedot genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik,” jelas Yohan.
Pemerintah mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan. Layanan ini tersedia 24 jam dan dapat diakses secara gratis.
(Artikel ini disusun berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta per 5 Maret 2025). (Redaksi)











